Warga Antusias Sambut Cucu Bung Karno….

Puti Guntur Soekarno, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur blusukan ke Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang (20/2)

Puti Guntur Soekarno blusukan ke Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang  menyambangi warga serta para penjual sayur dan sembako. Puti tiba di pasar itu sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (20/2)

Sejumlah masyarakat yang telah antusias menyambut kedatangan Calon Wakil Gubernur yang berpasangan dengan Saifulah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul. Para pedagang juga menyambut Puti dengan memanggil-manggil nama Mbak Puti.

Puti menyampaikan, perbaikan fasilitas di Pasar Oro-Oro Dowo penting untuk membangun perekonomian masyarakat Kota Malang.  Puti mengunjungi sejumlah kios di pasar dan berdiskusi dengan para pedagang, baik penjual sayur, sembako, maupun tempe. Puti berkeliling pasar tersebut selama sekitar 20 menit.

Beberapa masyarakat yang gembira juga merekam video dan mengabadikan momentum menggunakan kamera telepon pintar ketika Puti berkunjung ke tempat tersebut. (fiq)

“Kami Tidak Memilih Golput, karena Golput bukan Pilihan….!!!”

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. Syaifulah Yusuf-Puti Guntur Sukarno (Foto : Merdeka.com)

Pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tinggal beberapa bulan lagi. Beberapa lembaga survei merilis bahwa pemilih diperkirakan akan didominasi generasi muda (milenial) atau kelompok yang lahir pada 1980-1990 yang cukup signifikan  dengan prosentase hampir sekitar 50%. Generasi ini sangat potensial karena memiliki karakteristik tersendiri dan berpengaruh dalam menentukan siapa calon pemimpin di Jawa Timur.

Demikian dikatakan Rofiq Zainudin, M.Pd, Koordinator Kawan Gus Ipul-Mbak Puti Malang Raya di basecamp Kawan Gus Ipul-Mbak Puti di Perum Permata Jingga Malang (12/2/2018).

Berdasarkan hasil riset independen yang dilakukan oleh Kawan Gus Ipul-Mbak Puti Malang Raya, terang Rofiq, generasi milenial atau generasi Y yang bakal memberikan sumbangsih suara pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur mendatang diperkirakan mencapai 47-50%. “Artinya, pemilih muda atau yang biasa disebut generasi milenial ialah pemilih penentu siapa calon pemimpin,” ujarnya.

Rofiq Zainudin, M.Pd Koordinator Kawan Gus Ipul-Mbak Puti Malang Raya

Menurut Rofiq, generasi tersebut mendambakan pemimpin egaliter, sederhana, serta memiliki harapan yang sesuai keinginan kaum muda. Bahkan, ada kecenderungan bahwa generasi milenial bakal menggeser pemilih tradisional atau yang lebih dikenal dengan pemilih fanatik.

Kondisi itu tentu menjadi tantangan bagi semua fihak untuk segera melakukan inovasi demi mendulang suara dari kalangan muda, termasuk masyarakat swing voters yang juga memiliki perilaku milenial. “Apa sih yang diinginkan pemuda? Kecenderungannya kita analogikan mereka 4C, yaitu critical atau berpikir kritis, change (perubahan), communicative, serta community atau komunitas yang berdasarkan hobi. Mereka sudah bergerak dan sangat berpengaruh. Di komunitas Kawan Gus Ipul-Mbak Puti Malang Raya ini kita menghimpun generasi muda berbakat dari berbagai kalangan yang memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan Jawa Timur yang Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur. Ada yang berprofesi sebagai pengusaha muda, dokter, arsitek, fotografer, penulis dan beragam profesi lain. Gene­rasi muda sebaiknya diberikan ruang oleh partai politik. Parpol pun harus menangkap fenomena digital sosial yang selama ini banyak dimanfaatkan generasi milenial, seperti kecanggihan teknologi.Ini merupakan tantangan bagi parpol,” tandas pria yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.

Rofiq menambahkan “Kami ingin menghimbau warga Jawa Timur untuk menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab,”. Menurutnya, pilihan golput merupakan wujud dari pengkhianatan demokrasi. Pilihan warga Jawa Timur sangat penting karena menentukan nasib Jawa Timur dan warganya untuk lima tahun kedepan. (Gus)

 

 

Gelar Rakercabsus, Pemanasan Mesin Partai…..

Rapat Kerja Cabang Khusus (RAKERCABSUS), Minggu 31 Desember 2017)

 

Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Malang menggelar Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) di kantor DPC, Kepanjen, Minggu (31/12/2017). Dihadiri Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, serta Ketua dan Sekretaris PAC PDI Perjuangan se Kabupaten Malang. Rapat tersebut memiliki beberapa agenda yakni sosialisasi penyempurnaan struktur DPC serta konsolidasi pemenangan Gus Ipul-Anas sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur pada Pemiukada 2018 nanti.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Hari Sasongko, mengatakan seluruh elemen partai harus siap dan solid untuk memenangkan Pasangan Gus Ipul-Anas pada pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur pada Pemilukada tahun 2018 ini.

Dengan seluruh kekuatan partai di Kabupeten Malang yang bersinergi dengan partai koalisi, kami yakin bahwa Kabupaten Malang mampu memenangkan pasangan Gus Ipul-Anas,” tegas Hari Sasongko.

Darmadi, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menambahkan, Gus Ipul-Anas adalah representasi dua kekuatan politik terbesar, yakni kaum nahdliyin dan nasionalis, yang ada di dalam PKB dan PDI Perjuangan.

“Ini adalah kali pertama PDI Perjuangan dan PKB berkoalisi di Jatim. Kami yakin jika dua kekuatan besar ini bersatu akan menjadi kekuatan yang besar dan sangat efektif untuk memenangkan Gus Ipul-Anas,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Sri Untari, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga menekankan untuk memenangkan pilkada dengan cara-cara beradab, yakni tidak menggunakan propaganda kotor, kekerasan dan tidak menyerang masalah pribadi lawan.

“Seperti diamanatkan Ibu Ketua Umum, bahwa bukan tradisi PDI Perjuangan mengeksploitisir urusan pribadi atau rumah tangga orang. Pilkada bagi PDI Perjuangan adalah pertarungan ide dan gagasan,” ujar perempuan yang juga menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini.

Pada kesempatan yang sama, Sri Untari meyerahkan bantuan Handphone kepada seluruh Ketua dan Sekretaris PAC dengan tujuan agar komunikasi organisasi dapat berjalan lebih efektif mengingat percepatan teknologi informasi yang makin pesat. Untari berharap agar penggunaan handphone nantinya benar-benar dalam rangka menunjang kelancaran tugas-tugas partai dan dapat dipergunakan secara bijak dan bertanggungjawab. (infokom)

 

 

 

Ribuan Kader Padati Arena Rapat Konsolidasi….

Penulis     : Rofiq Zainudin
Publisher   : Fathurohman
Rapat Konsolidasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Minggu 26/11/2017

Wakil sekretaris jenderal DPP PDI Perjuangan, Dr. Ahmad Basarah  memberi pengarahan di depan ribuan pengurus partai se Kabupaten Malang dalam rangka pemenangan Pilkada Jawa Timur 2018 di Hall Hotel Mandiri, kecamatan Dau Kabupaten Malang Jawa Timur Minggu (26/11/2017) siang.

Acara yang berlangsung tertutup itu dihadiri oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Dra. Sri Untari Bisowarno, M.AP, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim dari daerah Pemilihan Jatim V, Drs. Sugeng Pujianto dan H. Gunawan HS, SH, M.Hum, Ketua DPRD Kabupaten Malang yang juga sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Drs. Hari Sasongko serta 1200 lebih perwakilan pengurus, badan dan sayap partai. Turut hadir pada acara tersebut, yakni Calon Wakil Gubernur Jawa Timur yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa, Abdullah Azwar Anas.

“Konsolidasi organisasi harus makin diintensifkan khususnya dalam menghadapi peningkatan eskalasi politik serta isu-isu yang sangat mempengaruhi dinamika politik dalam ajang kontestasi di Pemilukada Jawa Timur tahun 2018. Struktur partai harus mampu menjadi mesin penggerak yang efektif serta menunjukkan adanya keseriusan dalam pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilukada 2018 mendatang” ujar Basarah disela-sela pengarahan pada Rapat Koordinasi tersebut.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Dra. Sri Untari menekankan pentingnya menjaga soliditas partai. Semua kader diminta bersatu padu agar mesin partai dapat berjalan secara efektif. Selain itu, kesediaan pengurus dan kader untuk turun ke bawah harus dioptimalkan terutama ke pengurus ranting dan anak ranting yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Drs, Hari Sasongko menuturkan “Kader partai harus senantiasa menjaga nama baik partai dimanapun ia berada, menjunjung tinggi harkat dan martabat partai serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum yang dapat merugikan dan memperburuk citra partai”

Ribuan Kader Padati Arena Rapat Konsolidasi

Rapat konsolidasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang,(Minggu, 26/11/2017)

Wakil sekretaris jenderal DPP PDI Perjuangan, Dr. Ahmad Basarah  memberi pengarahan di depan ribuan pengurus partai se Kabupaten Malang dalam rangka pemenangan Pilkada Jawa Timur 2018 di Hall Hotel Mandiri, kecamatan Dau Kabupaten Malang Jawa Timur Minggu (26/11/2017) siang.

Acara yang berlangsung tertutup itu dihadiri oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Dra. Sri Untari Bisowarno, M.AP, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim dari daerah Pemilihan Jatim V, Drs. Sugeng Pujianto dan H. Gunawan HS, SH, M.Hum, Ketua DPRD Kabupaten Malang yang juga sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Drs. Hari Sasongko serta 1200 lebih perwakilan pengurus, badan dan sayap partai. Turut hadir pada acara tersebut, yakni Calon Wakil Gubernur Jawa Timur yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa, Abdullah Azwar Anas.

“Konsolidasi organisasi harus makin diintensifkan khususnya dalam menghadapi peningkatan eskalasi politik serta isu-isu yang sangat mempengaruhi dinamika politik dalam ajang kontestasi di Pemilukada Jawa Timur tahun 2018. Struktur partai harus mampu menjadi mesin penggerak yang efektif serta menunjukkan adanya keseriusan dalam pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilukada 2018 mendatang” ujar Basarah disela-sela pengarahan pada Rapat Koordinasi tersebut.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Dra. Sri Untari menekankan pentingnya menjaga soliditas partai. Semua kader diminta bersatu padu agar mesin partai dapat berjalan secara efektif. Selain itu, kesediaan pengurus dan kader untuk turun ke bawah harus dioptimalkan terutama ke pengurus ranting dan anak ranting yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Drs, Hari Sasongko menuturkan “Kader partai harus senantiasa menjaga nama baik partai dimanapun ia berada, menjunjung tinggi harkat dan martabat partai serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum yang dapat merugikan dan memperburuk citra partai”

 

 

Basarah : Wayang dan Pesan Moral Kebangsaan

 

Penulis     : Rofiq Zainudin
Publisher   : Fathurohman
Dr. Ahmad Basarah, Ketua Badan Sosialisasi MPR-RI, Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR-RI

Wayang adalah bagian kekayaan seni dan budaya bangsa Indonesia. Melalui wayang, terdapat pula pesan-pesan kebangsaan, kerukunan dan toleransi. Wayang kulit telah mendapat pengakuan sebagai karya agung budaya dunia (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity)yang disahkan oleh UNESCO, tanggal 7 Nopember 2003. Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Pertunjukan wayang kulit adalah penyampaian pesan moral, tata nilai, dan keutamaan hidup.

Badan Sosialisasi MPRI RI bersama Sanggar Cokro Buwono, Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang menyelenggarakan pagelaran seni budaya wayang kulit yang menjadi salah satu metode Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara), Sabtu (25/11/2017) malam.

Pagelaran digelar di Sanggar Cokro Buwono Dusun  Baran Glagahdowo Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang Jawa Timur, dan dihadiri ratusan masyarakat setempat, tokoh masyarakat, Ketua DPRD Kabupaten Malang Drs. Hari Sasongko, Ketua DPRD Kota Malang Abdul Hakim  bersama dalang Ki Ardi Purbo Antono.

Dr. Ahmad Basarah menyerahkan gunungan kepada ki Dalang Ardi Purboantono pada pagelaran wayang kulit di Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang

Ketua Badan Sosialisasi MPR yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR-RI, Dr. Ahmad Basarah (Daerah Pemilihan JatimV)  mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang hadir pada pagelaran wayang kulit dalam rangka sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Acara pagelaran wayang kulit merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian kekayaan seni budaya bangsa, dan untuk menghibur warga masyarakat Kabupaten Malang yang sangat gemar terhadap pagelaran semacam ini.

Basarah mengatakan, wayang merupakan salah satu kesenian tradisonal yang masih melekat kuat dan sangat disukai masyarakat. Kesenian tradisional ini sudah diakui badan dunia UNESCO sebagai salah satu kesenian asli Indonesia.

”Untuk itu, melalui pertunjukan seni wayang kulit ini, marilah kita bangkitkan spirit kebangsaan kita dengan merawat, menjaga, memelihara, dan merangkul semua lapisan masyarakat termasuk melestarikan seni budaya tradisional yang kita miliki demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Basarah.

Dengan pendekatan seni dan budaya, lanjut dia, diharapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR-RI bisa dengan mudah diterima masyarakat, sekaligus untuk turut melestarikan kesenian tradisional.

Basarah berharap, agar masyarakat bisa mengambil hikmah dan pelajaran baik dan positif dari lakon yang dipentaskan.

 

Kader GMNI Malang Raya pimpin DPP GMNI…….

Penulis : Rofiq Zainudin

Robaitullah Kusuma Jaya yang akrab disapa bung Roy, Pengurus DPC GMNI Malang Raya yang juga mahasiswa FISIP  Universitas Brawijaya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) periode 2017-2019 pada agenda sidang Kongres XX GMNI di Manado, Sulawesi Utara (Selasa, 21/11/2017) menggantikan Chrisman Damanik yang telah domisioner.

Roy yang pernah merampungkan studi di SMA Negeri 1 Malang tersebut memiliki  gagasan membawa organisasi yang lahir dengan identitasnya yang hakiki sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan yang berazazkan Marhaenisme ajaran Soekarno menjadi lebih progresif, revolusioner menuju organisasi modern yang berwatak intelektual dan kerakyatan.

“Terpilihnya saya sebagai Ketua Umum merupakan amanah dari cabang-cabang. Ini adalah kemenangan bersama sekaligus menjadi tugas dan tanggungjawab saya dan kawan-kawan selama tiga tahun ke depan,”ujarnya di Manado.

Ini menjadi tugas dan tanggungjawab kami untuk lebih memajukan GMNI sebagai organisasi Pejuang-Pemikir, Pemikir-Pejuang yang berazaskan Marhanisme. Kami akan lebih menggairahkan dan mengoptimalkan kaderisasi-kaderisasi bagi kader GMNI seluruh Indonesia sebagai bentuk upgrading kapasitas, serta kepekaan terhdap issue-issue strategis nasional yang berkaitan dengan masa depan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia” papar Roy

Kongres GMNI melibatkan 167 DPC dan Korda dari seluruh daerah di Indonesia tersebut telah dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Diharapkan, kongres dapat menjaga persatuan dalam menghadapi persoalan bangsa. Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI, DR. Ahmad Basarah hadir pada acara pembukaan kongres tersebut. Sejumlah pejabat negara seperti Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dodokambey, Gubernur Jawa Timur Soekarwo ikut hadir di acara tersebut.

Tiga Provinsi Amat Menentukan

Ditulis ulang oleh : Rofiq Zainudin
Sumber : Harian Kompas, 21 Nov 2017

JAKARTA, KOMPAS — Pemilihan Umum Kepala Daerah 2018 di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur amat penting untuk mengamankan Pemilu Legislatif ataupun Pemilu Presiden 2019. Sekitar 48 persen pemilih pada pemilu ada di tiga provinsi itu. Kondisi itu membuat sejumlah partai politik sibuk menyusun strategi untuk memenangi pilkada di ketiga provinsi lumbung suara tersebut. Untuk menyambut pilkada di Jateng, misalnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang bisa sendirian mengusung calon, karena memiliki 31 dari 100 kursi DPRD Jateng, masih sibuk melakukan penjaringan. Ada lima orang yang mendaftar sebagai calon gubernur ke partai itu. Mereka adalah gubernur petahana Ganjar Pranowo, Bupati Kudus Musthofa, dan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Dua pendaftar lain ialah Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI-P Kabupaten Klaten Sunarna dan Kepala Desa Tratemulyo, Kabupaten Kendal, Lestariono Loekito. ”Lewat survei akan terlihat yang elektabilitasnya paling tinggi. Hasil survei akan kami berikan kepada DPP (dewan pimpinan pusat), baru DPP yang memutuskan,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jateng Bambang Kusriyanto, Senin (20/11). Sementara itu, calon gubernur Jateng yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengerucut pada dua nama, yakni Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono serta mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. ”Hingga hari ini belum ada keputusan siapa yang akan kami usung menjadi cagub. Kami tidak terburu-buru. Rekomendasi kemungkinan keluar Desember dan sepenuhnya dari DPP Gerindra,” kata Sekretaris DPD Gerindra Jateng Sriyanto Saputro. Partai lain saat ini juga masih menimbang calon yang akan diusung dalam Pilkada Jateng Peta lebih jelas terlihat di Jatim. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI-P mengusung pasangan Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Saat ini Saifullah menjabat Wagub Jatim. Azwar Anas adalah Bupati Banyuwangi. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang dikabarkan akan maju dalam Pilkada Jatim sedang bermusyawarah dengan partai pengusungnya untuk menentukan calon wagub yang akan mendampinginya. Disinggung soal deklarasi pasangan calon yang akan dilakukan bulan ini, Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama ini tidak menjawab. ”Saya tidak bilang (deklarasi) bulan ini (November). As soon as possible (secepat mungkin). Tunggu proses musyawarah dengan partai pengusung,” ujar Khofifah. Di Jabar, sejumlah partai sudah menyatakan mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, termasuk Partai Golkar. Namun, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah I Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, partainya membuka peluang evaluasi rekomendasi pencalonan pilkada di sejumlah daerah. ”Politik itu semuanya bisa berubah,” katanya lagi.

Kaitan

Pengajar Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Jakarta, Panji Anugrah Permana, menuturkan, kaitan penting antara pilkada dan pemilu legislatif bukan kali ini saja terjadi. Pada Pilkada Jatim 2008, saat itu ada kepentingan Partai Demokrat untuk merebut suara pada Pemilu Legislatif 2009, berhadapan dengan dua partai yang berbasis kuat di Jatim, PDI-P dan PKB. Di Pilkada Jatim 2018, Panji menilai nuansa persaingan mengamankan suara pemilihan legislatif kembali terasa. Ini salah satunya terlihat dari sikap Partai Demokrat yang mengusung Khofifah, lalu berhadapan dengan PDI-P dan PKB yang mengusung Saifullah Yusuf. Di Jateng, kata Panji, posisi PDI-P sebagai partai utama yang mengusung Presiden Joko Widodo tahun 2014 relatif mapan. Sementara di Jabar, nuansa yang kuat adalah pertarungan untuk memperkuat basis massa terkait Pemilihan Presiden 2019. Namun, dia mengingatkan, basis pemilihan legislatif dan pilkada belum tentu beririsan langsung dengan pemilihan presiden. Pengajar Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Mada Sukmajati menuturkan, belum bisa dipastikan apakah partai yang bisa memenangi suara terbanyak di Jateng, Jabar, dan Jatim juga akan bisa memenangi pemilu legislatif dan pemilu presiden. Menurut dia, dimensi keserentakan pemilu yang membuat hal itu sukar diprediksi. ”Tentu ada dampaknya, tetapi apakah signifikan atau tidak akan tergantung sejauh mana gubernur terpilih atau kepala daerah itu melakukan mobilisasi untuk pilpres maupun untuk partai dan calon pada pileg,” katanya.

 

Kader Partai Harus Memiliki Kemampuan Komunikasi Politik Yang Baik

Penulis   : Rofiq Zainudin
Publisher : Fathurohman
Ir. Hasto Kristiyanto, MM, Sekjen PDI Perjuangan

Dinamika sosial politik yang menyangkut ide, gagasan dan visi-misi terasa mulai berpindah ke ruang-ruang maya. Diskusi, perdebatan, bahkan saling tuduh secara frontal dan tajam begitu bebas terjadi di berbagai media sosial.

Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan menggelar Rapat Koordinasi Nasional Bidang Komunikasi Politik. Acara ini bertajuk, “Pancasila Membangun Peradaban Politik”. Acara yang dihelat di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung (12/11/2017) tersebut dihadiri sejumlah pengurus partai berlambang banteng. Hadir saat ini yaitu Sekjen PDI Perjuangan Ir. Hasto Kristiyanto, MM, Wasekjen PDI Perjuangan Dr. Ahmad Basarah, Ketua DPP Bidang Organisasi Drs. Djarot Syaiful Hidajat, serta perwakilan pengurus DPD dan DPC seluruh Indonesia. Fokus dan tujuan Rakornas bidang komunikasi politik tersebut yakni penekanan terhadap pentingnya seluruh kader partai agar memiliki  kemampuan yang handal untuk melakukan komunikasi politik.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa ujaran-ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA di Indonesia makin meningkat saat memasuki tahun-tahun politik 2018 dan 2019. Menjelang Pilkada serentak, Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019, penyebaran ujaran kebencian, propaganda politik dan kampanye hitam melalui sosial media akan menjadi metode untuk perebutan kekuasaan. Hal itu tentu akan merusak kedamaian, pluralisme serta merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

”Pengelolaan partai di tengah-tengah perubahan arus informasi yang sangat cepat dan instan tentu tidak mudah, saya ingin mengajak kepada kita semua untuk cermat dan peka terhadap perubahan penting dalam kehidupan politik” ujar Hasto di sela-sela sambutannya di Jakarta, Minggu (12/11/2017)

Hasto mengatakan bahwa kemampuan komunikasi politik mutlak diperlukan oleh setiap kader partai dimanapun dia berada. Kemampuan tersebut wajib dimiliki agar pesan dan misi partai dapat disampaikan dengan baik, efektif dan tepat sasaran.

Selanjutnya Hasto menilai, meningkatnya tensi politik merupakan hal yang wajar mengingat kontestasi politik pada tahun-tahun politik mendatang akan berjalan secara ketat. Para pendukung calon akan berusaha sekuat tenaga agar pasangan calon yang mereka usung menjadi populer di masyarakat. Namun, seringkali cara-cara yang ditempuh tidak mengedapankan kesantunan dan kejujuran.

Terkait hal itu, lanjut Hasto, seluruh kader harus berperan aktif untuk mengantisipasi berkembangnya ujaran kebencian dan propaganda-propaganda politik yang kotor dalam berbagai bentuk.

 

 

MENUMBUHKAN MINAT BERTANI UNTUK PEMUDA

Penulis     : Rofiq Zainudin
Publisher   : Fathurohman
Darmadi, S.Sos, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang/ Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang

Pertanian, sejatinya merupakan sektor informal yang paling sanggup menampung tenaga kerja nyaris tanpa batasan kuota. Luasnya cakupan sektor ini, membuat sektor pertanian menjadi satu-satunya sektor yang bisa menampung tenaga kerja tanpa persyaratan khusus dan kualifikasi pendidikan tertentu. Semua kalangan dapat masuk ke sektor ini, asal memiliki kemauan kuat untuk bekerja keras.

Semakin menyempitnya lahan pertanian, khususnya di pulau Jawa, juga bukan alasan untuk tidak ‘terjun‘ ke sektor ini, karena pertanian tidak terbatas hanya pada usaha tani atau budidaya semata, tapi juga meliputi aspek mekanisasi atau penyediaan alat-alat pertanian, agribisnis atau pemasaran hasil pertanian, pengolahan hasil pertanian, penangkaran bibit atau benih, dan masih banyak aspek lain yang semuanya bisa menjadi peluang bagi siapa saja untuk menekuninya.

Melihat besarnya peluang usaha di sektor  pertanian, pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus berupaya ‘menggaet‘ kalangan muda untuk mau bekerja dan berwirausaha di bidang pertanian.Tenaga kerja di bidang pertanian saat ini memang didominasi usia tua. Karena usia muda lebih senang bekerja di industri yang upahnya lebih pasti ketimbang pertanian. Selain itu, pekerjaan di industri lebih bergengsi tanpa harus berpanas-panasan di lapangan yang hasilnya tergantung dari faktor alam.

Dok. AgroteknologiBiologi

Pemuda diharapkan tidak memandang sebelah mata sektor pertanian. Sebab, pertanian adalah sektor atau profesi yang menjanjikan. Rendahnya minat generasi muda atau pemuda untuk terjun di dunia pertanian ditengarai akibat adanya asumsi salah yang selama ini berkembang di masyarakat. Pertama, bahwa bekerja atau berusaha di bidang pertanian bagi pemuda dianggap kalah ‘gengsi‘ disbanding dengan menjadi pegawai pemerintah atau karyawan swasta. Kondisi ini membuat mereka berebut untuk bisa masuk ke lapangan kerja yang sejatinya pelauangnya sangat terbatas itu. Kedua, Profesi petani hanya pekerjaan informal, menjadi petani sering dianggap bukan sebuah pekerjaan. Penghasilan sebagai petani dianggap tidak menjanjikan dan menjamin masa depan mereka, sehingga mereka enggan untuk terjun sebagai petani.

“Saya menekankan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan bangsa dimulai dari lingkup terkecil yaitu desa. Itu semua harus dimulai sejak dini. Usaha bidang pertanian adalah suatu prospek yang menjanjikan. Selama manusia masih makan di situlah petani masih dibutuhkan,” kata Darmadi, S.Sos Wakil Ketua Bidang Petani,Buruh dan Nelayan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang.

Pria yang juga menjabat sebagai anggota legislatif di DPRD Kabupaten Malang ini mendorong agar para pemuda mau bekerja keras dan kembali menghidupkan kembali budaya bertani yang merupakan tradisi dan budaya para leluhur kita.
“Artinya, jika pemuda mau bekerja keras selama lima tahun bergelut dalam usaha bidang pertanian, maka hasil yang didapatkan anda dapat dinikmati selama 50 tahun. Sementara itu, jika para pemuda memilih untuk bekerja sebagai pegawai selama 50 tahun, hasil yang akan didapat hanya cukup untuk dinikmati selama 5 tahun ,” terang pria yang sehari harinya juga menggeluti usaha bercocok tanam dan aktif membina Kelompok Tani.

Darmadi juga menambahkan bahwa pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah kabupaten Malang agar lebih giat melakukan terobosan-terobosan  program yang diharapkan mampu membuka wawasan generasi muda untuk memiliki minat bertani. Sehingga mampu memperbaiki paradigma yang banyak berkembang di tengah masyarakat terkait prospek bidang pertanian yang kurang menjanjikan.