“Kami Tidak Memilih Golput, karena Golput bukan Pilihan….!!!”

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. Syaifulah Yusuf-Puti Guntur Sukarno (Foto : Merdeka.com)

Pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tinggal beberapa bulan lagi. Beberapa lembaga survei merilis bahwa pemilih diperkirakan akan didominasi generasi muda (milenial) atau kelompok yang lahir pada 1980-1990 yang cukup signifikan  dengan prosentase hampir sekitar 50%. Generasi ini sangat potensial karena memiliki karakteristik tersendiri dan berpengaruh dalam menentukan siapa calon pemimpin di Jawa Timur.

Demikian dikatakan Rofiq Zainudin, M.Pd, Koordinator Kawan Gus Ipul-Mbak Puti Malang Raya di basecamp Kawan Gus Ipul-Mbak Puti di Perum Permata Jingga Malang (12/2/2018).

Berdasarkan hasil riset independen yang dilakukan oleh Kawan Gus Ipul-Mbak Puti Malang Raya, terang Rofiq, generasi milenial atau generasi Y yang bakal memberikan sumbangsih suara pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur mendatang diperkirakan mencapai 47-50%. “Artinya, pemilih muda atau yang biasa disebut generasi milenial ialah pemilih penentu siapa calon pemimpin,” ujarnya.

Rofiq Zainudin, M.Pd Koordinator Kawan Gus Ipul-Mbak Puti Malang Raya

Menurut Rofiq, generasi tersebut mendambakan pemimpin egaliter, sederhana, serta memiliki harapan yang sesuai keinginan kaum muda. Bahkan, ada kecenderungan bahwa generasi milenial bakal menggeser pemilih tradisional atau yang lebih dikenal dengan pemilih fanatik.

Kondisi itu tentu menjadi tantangan bagi semua fihak untuk segera melakukan inovasi demi mendulang suara dari kalangan muda, termasuk masyarakat swing voters yang juga memiliki perilaku milenial. “Apa sih yang diinginkan pemuda? Kecenderungannya kita analogikan mereka 4C, yaitu critical atau berpikir kritis, change (perubahan), communicative, serta community atau komunitas yang berdasarkan hobi. Mereka sudah bergerak dan sangat berpengaruh. Di komunitas Kawan Gus Ipul-Mbak Puti Malang Raya ini kita menghimpun generasi muda berbakat dari berbagai kalangan yang memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan Jawa Timur yang Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur. Ada yang berprofesi sebagai pengusaha muda, dokter, arsitek, fotografer, penulis dan beragam profesi lain. Gene­rasi muda sebaiknya diberikan ruang oleh partai politik. Parpol pun harus menangkap fenomena digital sosial yang selama ini banyak dimanfaatkan generasi milenial, seperti kecanggihan teknologi.Ini merupakan tantangan bagi parpol,” tandas pria yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.

Rofiq menambahkan “Kami ingin menghimbau warga Jawa Timur untuk menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab,”. Menurutnya, pilihan golput merupakan wujud dari pengkhianatan demokrasi. Pilihan warga Jawa Timur sangat penting karena menentukan nasib Jawa Timur dan warganya untuk lima tahun kedepan. (Gus)

 

 

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *