Basarah : Wayang dan Pesan Moral Kebangsaan

 

Penulis     : Rofiq Zainudin
Publisher   : Fathurohman
Dr. Ahmad Basarah, Ketua Badan Sosialisasi MPR-RI, Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR-RI

Wayang adalah bagian kekayaan seni dan budaya bangsa Indonesia. Melalui wayang, terdapat pula pesan-pesan kebangsaan, kerukunan dan toleransi. Wayang kulit telah mendapat pengakuan sebagai karya agung budaya dunia (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity)yang disahkan oleh UNESCO, tanggal 7 Nopember 2003. Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Pertunjukan wayang kulit adalah penyampaian pesan moral, tata nilai, dan keutamaan hidup.

Badan Sosialisasi MPRI RI bersama Sanggar Cokro Buwono, Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang menyelenggarakan pagelaran seni budaya wayang kulit yang menjadi salah satu metode Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara), Sabtu (25/11/2017) malam.

Pagelaran digelar di Sanggar Cokro Buwono Dusun  Baran Glagahdowo Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang Jawa Timur, dan dihadiri ratusan masyarakat setempat, tokoh masyarakat, Ketua DPRD Kabupaten Malang Drs. Hari Sasongko, Ketua DPRD Kota Malang Abdul Hakim  bersama dalang Ki Ardi Purbo Antono.

Dr. Ahmad Basarah menyerahkan gunungan kepada ki Dalang Ardi Purboantono pada pagelaran wayang kulit di Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang

Ketua Badan Sosialisasi MPR yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR-RI, Dr. Ahmad Basarah (Daerah Pemilihan JatimV)  mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang hadir pada pagelaran wayang kulit dalam rangka sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Acara pagelaran wayang kulit merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian kekayaan seni budaya bangsa, dan untuk menghibur warga masyarakat Kabupaten Malang yang sangat gemar terhadap pagelaran semacam ini.

Basarah mengatakan, wayang merupakan salah satu kesenian tradisonal yang masih melekat kuat dan sangat disukai masyarakat. Kesenian tradisional ini sudah diakui badan dunia UNESCO sebagai salah satu kesenian asli Indonesia.

”Untuk itu, melalui pertunjukan seni wayang kulit ini, marilah kita bangkitkan spirit kebangsaan kita dengan merawat, menjaga, memelihara, dan merangkul semua lapisan masyarakat termasuk melestarikan seni budaya tradisional yang kita miliki demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Basarah.

Dengan pendekatan seni dan budaya, lanjut dia, diharapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR-RI bisa dengan mudah diterima masyarakat, sekaligus untuk turut melestarikan kesenian tradisional.

Basarah berharap, agar masyarakat bisa mengambil hikmah dan pelajaran baik dan positif dari lakon yang dipentaskan.

 

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *