Kader Partai Harus Memiliki Kemampuan Komunikasi Politik Yang Baik

Penulis   : Rofiq Zainudin
Publisher : Fathurohman
Ir. Hasto Kristiyanto, MM, Sekjen PDI Perjuangan

Dinamika sosial politik yang menyangkut ide, gagasan dan visi-misi terasa mulai berpindah ke ruang-ruang maya. Diskusi, perdebatan, bahkan saling tuduh secara frontal dan tajam begitu bebas terjadi di berbagai media sosial.

Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan menggelar Rapat Koordinasi Nasional Bidang Komunikasi Politik. Acara ini bertajuk, “Pancasila Membangun Peradaban Politik”. Acara yang dihelat di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung (12/11/2017) tersebut dihadiri sejumlah pengurus partai berlambang banteng. Hadir saat ini yaitu Sekjen PDI Perjuangan Ir. Hasto Kristiyanto, MM, Wasekjen PDI Perjuangan Dr. Ahmad Basarah, Ketua DPP Bidang Organisasi Drs. Djarot Syaiful Hidajat, serta perwakilan pengurus DPD dan DPC seluruh Indonesia. Fokus dan tujuan Rakornas bidang komunikasi politik tersebut yakni penekanan terhadap pentingnya seluruh kader partai agar memiliki  kemampuan yang handal untuk melakukan komunikasi politik.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa ujaran-ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA di Indonesia makin meningkat saat memasuki tahun-tahun politik 2018 dan 2019. Menjelang Pilkada serentak, Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019, penyebaran ujaran kebencian, propaganda politik dan kampanye hitam melalui sosial media akan menjadi metode untuk perebutan kekuasaan. Hal itu tentu akan merusak kedamaian, pluralisme serta merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

”Pengelolaan partai di tengah-tengah perubahan arus informasi yang sangat cepat dan instan tentu tidak mudah, saya ingin mengajak kepada kita semua untuk cermat dan peka terhadap perubahan penting dalam kehidupan politik” ujar Hasto di sela-sela sambutannya di Jakarta, Minggu (12/11/2017)

Hasto mengatakan bahwa kemampuan komunikasi politik mutlak diperlukan oleh setiap kader partai dimanapun dia berada. Kemampuan tersebut wajib dimiliki agar pesan dan misi partai dapat disampaikan dengan baik, efektif dan tepat sasaran.

Selanjutnya Hasto menilai, meningkatnya tensi politik merupakan hal yang wajar mengingat kontestasi politik pada tahun-tahun politik mendatang akan berjalan secara ketat. Para pendukung calon akan berusaha sekuat tenaga agar pasangan calon yang mereka usung menjadi populer di masyarakat. Namun, seringkali cara-cara yang ditempuh tidak mengedapankan kesantunan dan kejujuran.

Terkait hal itu, lanjut Hasto, seluruh kader harus berperan aktif untuk mengantisipasi berkembangnya ujaran kebencian dan propaganda-propaganda politik yang kotor dalam berbagai bentuk.

 

 

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *